MODEL ILMU KOMUNIKASI (MODEL TUBBS)



1. PENDAHULUAN

Komunikasi merupakan hal penting yang tidak bisa lepas dari seluruh bidang kehidupan. Tiap orang tentu pernah melakukannya, karena pada hakekatnya manusia adalah makhluk soaial yang selalu bergantung pada manusia lain.  Sehingga satu-satunya cara dan alat yang digunakan agar tetap bisa saling berhubungan adalah dengan berkomunikasi satu sama lain.  Baik itu melalui komunikasi sederhana maupun komunikasi yang tergolong canggih karena proses penyampaiannya melalui saluran yang disebut media massa.
Kegiatan berkomunikasi perannnya sangat besar.  Saat berkomunikasi dengan orang lain, secara sadar atau tidak kita sudah meperoleh hal-hal yang berguna untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.  Walaupun tidak jarang, dengan berkomunikasi juga memberikan efek negatif jika kita tidak ketat melakukan proses penyaringan.  Dengan seringnya melakukan komunikasi akan melatih kita bagaimana caranya berbahasa yang baik dan benar, sopan santun jika berbicara dengan orang lain, serta membuat kita tidak lagi merasa canggung berbicara di hadapan orang banyak.  Tidak berlebihan jika beberapa ahli menggolongkan komunikasi sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia selain sandang, pangan dan papan. 
Oleh sebab itu makalah ini akan menjabarkan lebih mendalam mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan komunikasi, terutama komunikasi massa.  Dengan begitu pembaca nantinya diharapkan tidak hanya mampu mengaplikasikannya namun juga mengetahui dan mengerti penjelsan mengenai apa itu ilmu komunikasi.





2. MODEL TUBBS
Model komunikasi berikut dikembangkan oleh Stewart L. Tubbs. Model ini menggambarkan komunikasi paling mendasar, yaitu komunikasi dua orang (diadik). Model komunikasi Tubbs sesuai dengan konsep komunikasi sebagai transaksi, yang mengasumsikan kedua peserta komunikasi sebagai pengirim dan sekaligus juga penerima pesan. Ketika kita berbicara (mengirimkan pesan), sebenarnya kita juga mengamati perilaku mitra bicara kita dan kita bereaksi terhadap pelakunya yang kita lihat tersebut. Prosesnya bersifat timbal balik atau saling mempengaruhi. Proses komunikasi juga berlangsung spontan dan serentak. Karena itu, kita melihat bahwa kedua peserta komunikasi disebut komunikator 1 dan komunikator 2. Penggunaan nomor 1 dan nomor 2 itu sebenarnya bersifat sembarang saja, tidak otomatis karena bahwa komunikator 1 sebagi orang yang punya inisiatif pertama untuk mengirim pesan pertama kalinya dan komunikator 2 sebagai penerima pesan untuk pertama kalinya, meskipun untuk memudahkan pemahaman, kita dapat saja mengkonseptualisasikan komunikasi seperti itu.
Stewart L. Tubbs juga menerangkan bahwa komunikasi merupakan transaksi yang berkesinambungan. Komunikasi bisa saja dimulai dari satu orang yang bisa sementara disebut sebagai sumber akan tetapi pada kenyataannya diantara kedua pelaku komunikasi akan terjadi pengiriman dan penerimaan pesan secara terus menerus. Bisa disimpulkan bahwakomunikasi yang terjadi di kehidupan nyaris tidak memiliki struktur utuh karena setiapkomunikasi yang terjadi merupakan sambungan dari komunikasi yang terjadi sebelumnya,dan sesutu yang dianggap akhir dari komunikasi merupakan awal dari terjalinnya komunikasiselanjutnya
Komunikasi dapat saja “dimulai” oleh komunikator 1 ataupun komunikator 2. Akan tetapi dalam kenyataannya, kedua orang itu mengirim dan menerima pesan sepanjang waktu. Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi itu suatu proses yang sinambung, tanpa awal dan tanpa akhir. Artinya apa yang kita anggap aawal komunikasi itu sebernarnya merupakan kelanjutan dari fenomena komunikasi yang terjadi sebelumnya, baik dengan orang bersangkutan ataupun pihak lain, dan apa yang kita anggap akhir komunikasi juga akan berlanjut dengan peristiwa komunikasi berikutnya, baik dengan diri kita lagi ataupun dengan pihak lain.
Sebenarnya tidak mudah untuk menetukan siapa yang memulai komunikasi, karena hal itu menyangkut peluang semata. Pandangan transaksional mengenai komunikasi menyarankan bahwa kita mengalami perubahan sebagai hasil terjadinya komunikasi. Pada model tersebut, perubahan ini mengisyaratkan bahwa komunikasi bersifat irreversible. Artinya, kita tidak dapat lagi berada dalam posisi semula (baik dalam pengetahuan, pengalaman ataupun sikap), sebelum suatu pesan menerpa kkita.
Model Tubbs ini memiliki dua komunikator, yang mana, dalam komunikator 1 dan komunikator 2 memiliki unsur-unsur dan didefinisikan sama: masukan, penyaringan, pesan, saluran, gangguan, serta unsur-unsur tersebut tetap berada dalam muatannya.
Kelebihan: Menggambarkan komunikasi paling mendasar yaitu komunikasi dua orang                              (diadik).
Kekurangan: Kekeliruan dalam memaknai pesan yang diberikan, bisa dikatakangangguan sematik berupa “salah persepsi”




Komentar